Objek Yang Diamati : Lingkungan Komplek
Waktu Pengamatan : 23 Maret - 27 Maret 2016
Tempat Pengamatan : Komplek sekitar perumahan
Tujuan Pengamatan : Mengetahui kondisi kebersihan komplek.
Kebersihan lingkungan merupakan hal yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia dan merupakan unsur yang fundamental dalam ilmu kesehatan dan pencegahan. Yang dimaksud dengan kebersihan lingkungan adalah menciptakan lingkungan yang sehat sehingga tidak mudah terserang berbagai penyakit seperti demam berdarah, muntaber dan lainnya. Ini dapat dicapai dengan menciptakan suatu lingkungan yang bersih indah dan nyaman.
Menurut narasumber Bpk. Frans kebersihan komplek di perumahan saya sudah sangat bagus, orang-orang yang membuang sampah yang pada tidak tempatnya sudah menurun di bantingkan 3 tahun belakangan ini. Dan berikut ini adalah hasil wawancara saya kepada Bpk. Frans:
Saya: Bpk. Frans bagaimana cara bapak dapat mengatasi pembuangan sampah yang sembarangan di komplek ini?
Bpk. Frans: Ya, saya hanya menghimbau kepda warga sekitar untuk saling memahami kondisi masing-masing di perumahan ini saja. Toh, mereka dengan membuang sampah pada tempatnya juga demi kebaikan mereka juga kan? Untuk anak-anak dan cucu-cucu mereka juga, tempat bermain mereka juga jadi bersih enak di pandang. Jadi ya, saya mengingatkan lagi saja kebersihan lingkungan itu untuk kalian orang juga, kalau gamau buat diri sendiri paling tidak demi anak-anak dan cucu-cucu mereka sendiri saja.
Saya: Bagaimana dengan petugas kebersihan yang selalu mengambil sampah dari rumah-rumah, apakah mereka digaji dengan layak?
Bpk. Frans: Tentu saja! Uang iuran perbulan untuk sampah itu sudah lebih dari cukup untuk membiayai perawatan gerobak sampah, serta gaji bagi para petugas kebersihan.
Saya: Dibandingkan dengan 5 tahun lalu apakah ada perubahan yang signifikan?
Bpk. Frans: Ya jelas ada, 5 tahun lalu walaupun petugas kebersihannya sudah mungutin sampah dari rumah-rumah tetep aja di lapangan atau di jalan-jalan sekitar komplek terutama di got-gotnya banyak banget sampah-sampah, semenjak gotong royong yang beberapa tahun lalu tuh buat bersihin komplek jadi lebih asri lingkungan sini.
Itulah inti dari beberapa pertanyaan yang saya ajukan kepada Bpk. Frans, namun saya juga ada hasil wawancara dari tetangga saya, yang berhasil membuat anaknya yang masih duduk di kelas 2 SD untuk selalu membuang sampah pada tampatnya. Yang biasa saya panggil Om Arman, dan inilah hasil wawancaranya:
Saya: Om, kok bisa buat anak om mau buang sampah di tempatnya? Anak umur segitu kan biasanya susah untuk supaya patuh kaya gitu.
Om Arman: Diajarin ngaji aje dari kecil, ajarin juga kalau ngebantah omongan orang tua dosanya gede. Digituin juga takut. Langsung nurut di suruh ngapain juga.
Lingkungan komplek yang saya tinggali memang sekarang terlihat lebih bersih dari beberapa tahun belakangan ini, terlihat lebih menarik dengan taman yang baru saja selesai di bangun 2 tahun yang lalu. Dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu pun lebih banyak anak-anak yang bermain di lapangan, karena lapangan komplek juga lebih bersih.
Dan demikianlah laporan saya tentang masalah sampah yang dulunya melanda di daerah perumahan saya.