Monday, 7 November 2016
Para Pelanggar Rambu-Rambu Lalu Lintas
Halo semuanya kali ini saya ingin mencoba membahas tentang penyimpangan sosial yang paling sering terjadi di setiap saat di jalan raya, seperti yang tertera pada judul itu pelanggaran pada rambu-rambu sangat sering kita jumpai di daerah ibukota dan sekitarnya. Dan dari semua hal tersebut yang paling umum adalah melanggarnya lampu merah ketika jalanan terlihat sepi kebanyakan para pelanggar adalah pengendara motor, disaat keadaan lampu merah menyala dan jalur lampu hijau yang sepi dikarenakan mungkin mobil dan motor yang mengantri kebanyakan sudah lewat dan mobil dan motor yang sedang jalan di jalur tersebut masih jauh dibelakang persimpangan yang ada rambunya para pelanggar yang melihat kesempatan ini pun langsung menerobos lampu merah. Yang membuatnya lebih miris lagi para pelanggar terkadang tidak hanya satu atau dua maupun tiga atau lima kadang bisa belasan motor mengikuti satu pelanggar pertama yang menerobos dan sisanya ikut-ikutan, apakah penganut "makin banyak orang yang melakukannya berarti tidak salah" semakin banyak di Indonesia khususnya di ibukota dan sekitarnya?
Yang saya perhatikan selama ini rata-rata pelaku pelanggar biasanya melanggar di peak hour ketika berangkat dan pulang kerja kebanyakan di waktu-waktu jam tersebut dibandingkan dengan jam-jam biasanya selain itu ketika peak hour selain para penerobos lampu merah banyak juga yang tidak tertib di RHK (Ruang Henti Khusus) untuk kendaraaan bermotor, di liburan semester ganjil kemarin saya ke Padang dan disana luar biasa sekali ketertiban kendaraan bermotornya disaat lampu merah walaupun jalanan sepi tidak ada sama sekali kendaraan yang menerobos lampu merah bahkan ketika jalannya sangat sepi para pengendara berhenti dengan tertib dibelakang garis zebra cross, tidak ada yang berhenti tepat diatas zebra cross.
Banyak alasan mengapa pelaku penerobos lampu merah melakukannya, antara lain:
1. Buru-buru
Alasan classic yang paling sering dijumpai, lagipula siapa yang tidak selalu buru-buru di dunia ini? Takut terlambat ke kantor dan dimarahi oleh boss, mau meeting, mau ketemu client dll.
2. Ikut-ikutan
Dan ini adalah golongan orang yang ikut pelanggar pertama yang menjadi leader akan hal tersebut. Orang-orang tipe seperti ini cenderung takut untuk memilih pilihan untuk diri dia sendiri dan selalu bertanya pendapat orang lain serta mengikuti saran orang lain tanpa melihat opsi yang ada dari pandangan dirinya sendiri.
3. Tidak Ada Polisi
Siapa takut? Polisi gada ini kalau menerobos tidak akan di tilang!
Para pelanggar tersebut mereka tidak sadar jika hal yang mereka lakukan itu sangatlah membahayakan nyawa orang lain bahkan diri dia sendiri sangat sering kecelakaan terjadi karena hal seperti ini, dikarenakan jalanan sepi mereka dengan bebas melanggar lalu lintas yang tidak mereka sadari adalah bagaimana jika di jalanan yang "terlihat" sepi tersebut sedang ada kendaraan yang melaju dengan sangat cepat? Tentu kendaraan tersebut bisa menginjak rem untuk memperlambat laju tetapi tidak semua itu gampang banyak faktor-faktor lain yang bisa menjadikan menginjak rem ini bisa menjadi kecelakaan, seperti remnya ternyata tidak terlalu pakem dan membuat kendaraan berhentinya terlambat, ada juga yang remnya terlalu pakem dan membuat kendaraan tersebut berhenti mendadak lalu terjadi kecelakaan beruntun, dan faktor-faktor lainnya.
Solusinya? Mungkin dengan menambah wawasan masyarakat melalui televisi untuk tidak melakukan pelanggaran tersebut dengan menayangkan video-video kecelakaan gara-gara hal ceroboh tersebut, mungkin dengan menggratiskan ujian untuk mendapatkan SIM karena saya yakin pasti banyak yang masih belum punya SIM dan mungkin memang tidak tahu kalau lampu merah itu artinya berhenti karena belum punya SIM ataupun kalau punya mungkin nembak. Menerapkan roundabouts system mungkin bisa mengurangi hal tersebut seperti yang ada di Summarecon Bekasi berikut adalah contoh gambar roundabouts system:
Baikllah saya rasa sekian dari saya semoga blog ini dapat bermanfaat bagi khalayak banyak.
Monday, 31 October 2016
Dampak Sosial Bagi Para Pecandu Game Online
Halo semuanya bertemu
lagi dengan saya, kali ini saya akan mencoba memberikan masukan tentang hal apa
yang akan membuat minat kawula muda dengan Pendidikan Kewarganegaraan meningkat.
Yup, sesuai judul saya akan mencoba memberikan masukan tentang “Dampak Sosial
Bagi Para Pecandu Game Online”
seperti yang kita ketahui game online
adalah suatu hal yang paling addictive di dunia ini selain rokok dan narkoba, game online itu sendiri bahkan tidak bisa
disamakan dengan game offline yang nota bene tidak terlalu addictive
walaupun memang sangat addictive
tetapi tidak se-addictive game online
itu sendiri.
Mengapa saya berfikir
kalau dampak sosial bagi para pecandu game
online itu dapat menarik minat kawula muda? Jawaban dari itu semua sangat
simple sekali, 68% anak muda Indonesia kecanduan bermain online game (angka itu hanya perkiraan saya semata dari maraknya
kasus anak-anak yang main game online
nyebelin di website kaskus maupun
mereka main di warnet ataupun orang dewasa yang bertingkah seperti anak-anak
ketika bermain game online) bukan
saja dari Indonesia sebenarnya banyak pecandu game online dalam skala worldwide
tidak dibatasi dengan umur yang masih muda orang dewasa pun juga ada yang
kecanduan main game bahkan
kakek-kakek! Wait, kakek-kakek? Kok
bisa?! Well, beberapa bulan yang lalu
disaat saya sendiri sedang kecanduan main game
online yang berjudul Final Fantasy
XIV Heavensward saya memiliki kenalan di dalam game itu yang selalu bermain dengan saya setiap hari. Sebelum
bermain Final Fantasy XIV Heavensward
dia adalah player World of Warcraft
hardcore yang sudah bermain semenjak tahun 1998 tanpa putus hingga akhir tahun
2015 kemarin dikarenakan dia sudah mulai bosan dan dia pun beralih ke Final Fantasy XIV Heavensward, dan suatu
malam disaat kita sedang bercanda-canda di Discord
(itu adalah software untuk melakukan voice chat ketika sedang bermain game supaya ketika sedang dungeon, raid, trial atau apapun itu
kita tidak harus mengetik di chat untuk
berkomunikasi jadi bisa lebih fokus di dalam game) dia bercerita di guild
dia dulu yang paling muda adalah anak umur 10 tahun dia main bersama dengan
papa-nya dan yang termuda adalah 73 tahun dan dia bermain di guild yang sama dengan cucunya.
Bisa dilihat dari
paragraf diatas kalau game online itu
pun bukan hanya addictive terhadap kita kawula muda tetapi juga bisa kepada
kakek-kakek sekalipun! Dan dari situlah saya ingin menangkat dampak sosial bagi
pecandu game online dan saya sendiri
pun sekarang sedang kecanduan game online
yang bernama Mousehunt saya sudah
main game ini sejak tahun 2009 tapi
tidak constant secara terus menerus saya pernah berhenti beberapa kali selama
beberapa tahun karena bosan tapi semenjak awal semester 1 saya mulai tertarik
untuk bermain kembali, walaupun serta untuk Final
Fantasy XIV Heavensward itu sendiri saya sedang break untuk sementara waktu
dikarenakan jeleknya IPK saya di semester yang sudah-sudah.
Di kelas saya yang
sekarang ini juga banyak yang sedang tercandu oleh online game di group kelas
ada beberapa anak yang mengajak untuk bermain game online yang bernama Point
Blank katanya lebih seru main rame-rame sekelas, saya berfikir kalau topic
ini dibicarakan di kelas mungkin akan banyak peminatnya mendengar apa sih
dampak-dampak positive dari game online? Apa sih dampak-dampak
negative dari game online?
Yang pasti dampak positive dari game online yang sangat saya tau adalah bertambahnya teman di dunia
maya dan hanya itu ya mungkin perteman di dunia maya ini bisa di upgrade ke dunia nyata jika sering
ketemuan atau gathering antar sesama game online tersebut, tapi dari sisi negative yang ingin saya ketahui adalah
dampak sosial bagi orang-orang yang main game
online di kamar sendirian dari dia bangun tidur hingga tidur lagi ketika weekend atau ketika pulang
sekolah/kampus langsung online dan
main hingga larut malam bahkan ada yang mengerjakan tugas dari sekolah/kampus
tapi game online yang dia mainkan
tidak di log out terlebih dahulu
hanya di biarkan untuk menjadi AFK mode.
Dan itulah kira-kira topik yang saya pikir dapat menarik minat kita kawula muda
untuk mengetahui dampak-dampak yang akan terjadi ketika kita kecanduan bermain game online, sekian dari saya semoga ini
dapat menjadikan ide lama menajdi ide baru ataupun ide baru bermunculan.
Wednesday, 15 June 2016
Laporan Kampanye Ilmu Sosial Dasar
LAPORAN
KAMPANYE
“PEMANFAATAN
BOTOL PLASTIK SETELAH DIGUNAKAN”
Disusun oleh :
Kelompok 5
·
Andik Nur faizi
·
Dani Satya Darmawan
·
Diagona Kusuma Dewi
·
Erlangga Aditya Rosa
·
Faiz Enrico Putra
·
Nandy Hadi Saputra
Kelas 1ID08
Mata Kuliah : Ilmu Sosial Dasar
Dosen : Ibu Yuning Ika Rohmawati
KATA
PENGANTAR
Puji dan syukur kami
panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta
taufik dan hidayah-Nya kami dapat
menyelesaikan laporan kampanye kami yang bertemakan “Pemanfaatan Botol Plastik
Yang Telah Digunakan” ini dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya.
Dan juga kami berterima kasih pada ibu Yuning Ika Rohmawati selaku dosen mata
kuliah Ilmu Sosial Dasar Universitas Gunadarma yang telah memberikan tugas ini
kepada kami.
Laporan ini dibuat dalam
rangka menambah wawasan serta pengetahuan mengenai pemanfaatan botol plastik
yang telah digunakan. Selain itu, tugas ini dibuat untuk melaksanakan tugas
sebagai seorang mahasiswa, serta untuk memenuhi nilai tugas mata kuliah Ilmu
Sosial Dasar. Kami juga menyadari bahwa masih ada kekurangan dan jauh dari kata
sempurna dalam laporan ini baik isi, penampilan, dan penyajian. Oleh karena
itu, kami sangat berharap kritik dan saran membangun dari para pembaca serta
dosen dan akan kami terima dengan baik hati guna penyempurnaan pada tugas
laporan berikutnya.
Semoga laporan sederhana
ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Dan juga sebelumnya kami
meminta dan memohon maaf apabila isi makalah ini ada kekurangan dan penulisan
yang kurang tepat. Dengan ini kami mempersembahkan laporan ini dengan penuh
rasa hormat dan terima kasih.
Bekasi,
7 Juni 2016
Kelompok 5
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Akhir-akhir ini, limbah
plastik bekas botol minuman di sekitar kita semakin meningkat. Bertambahnya
jumlah sampah menyebabkan dampak yang cukup buruk kepada lingkungan. Sampah
dalam bentuk plastik cukup susah diuraikan. Penelitian menunjukkan bahwa sampah
plastik akan terurai dalam jangka waktu 50 juta tahun. Bayangkan, apabila hal
ini tidak ditangani maka bumi akan menjadi. kjokenmodinger alias tempat tinggal
yang terbentuk dari sampah dan barang tidak berguna.
Berdasarkan hal yang telah
terurai sebelumnya, sudah seharusnya ada suatu cara untuk mengolah atau
memanfaatkan limbah plastik bekas ini. Dalam pengolahannya, kita dapat
memikirkan aspek ekonomisnya pula, agar kita terpicu untuk terus merecycle
alias mendaur ulang limbah botol plastik bekas untuk menyelamatkan eksistensi
kebersihan bumi tercinta ini.
1.2 TUJUAN
Ø Membuka wawasan kepada
masyarakat tentang seberapa besar pemanfaatan botol plastic terhadap lingkungan
Ø Mensosialisasikan
bagaimana cara mendaur ulang botol plastic menjadi sesuatu yang lebih berguna
Ø Menjadikan gaya hidup
peduli lingkungan dengan tidak langsung membuang botol plastic begitu saja
1.3 SASARAN
Sasaran kami adalah
masyarakat yang memiliki keseharian mengkonsumsi minuman dalam kemasan botol plastik.
BAB II
PEMBAHASAN
Akibat dari semakin
bertambahnya tingkat konsumsi masyarakat serta aktivitas lainnya maka bertambah
pula buangan atau limbah yang dihasilkan. Limbah atau buangan yang ditimbulkan
dari aktivitas dan konsumsi masyarakat sering disebut limbah domestik atau
sampah. Limbah tersebut menjadi permasalahan lingkungan karena kuantitas maupun
tingkat bahayanya mengganggu kehidupan makhluk hidup lainnya. Selain itu
aktifitas industri yang kian meningkat tidak terlepas dari isu lingkungan.
Industri selain menghasilkan produk juga
menghasilkan limbah. Dan bila limbah industri ini dibuang langsung ke
lingkungan akan menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan. Limbah adalah buangan yang
dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun
domestik (rumah tangga, yang
lebih dikenal sebagai sampah), yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu
tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis.
Permasalahan limbah botol
plastik di Indonesia telah memasuki tahap yang sangat mengkhawatirkan.
Diperkirakan lebih dari 100 miliar botol plastik digunakan oleh masyarakat tiap
tahunnya dan kebanyakan limbah botol plastik tersebut tidak dikelola atau
diolah secara benar. Limbah botol plastik sangat sulit sekali terurai secara
sempurna oleh tanah karena prosesnya membutuhkan waktu yang lama.
Partikel hasil uraian
botol plastik juga beresiko mencemari lingkungan. Pencemaran lingkungan akibat
limbah botol plastik akhirnya menjadi sebuah konsekuensi yang harus ditanggapi
serius terutama oleh masyarakat sebagai pihak yang sangat berperan dalam
permasalahan ini.
Jumlah limbah botol
plastik di TPA terus menumpuk karena tidak terlalu diminati karena memiliki
nilai jual yang rendah. Botol-botol plastik ini tidak mudah terurai sehingga
hanya akan terus menumpuk dan bertambah di TPA sampai 1000 tahun ke depan. Oleh
karena itu diperlukannya suatu solusi tepat yang bukan hanya mengurangi
penggunaan botol plastik karena selama masih diijinkan untuk digunakan maka
botol plastik itu akan terus ada dan bertambah. Limbah botol plastik yang
menumpuk di TPA dapat menjadi peluang sumber daya jika diolah dengan benar.
BAB III
KESIMPULAN
DAN SARAN
3.1 KESIMPULAN
Limbah botol plastik adalah
barang buangan yang berupa plastik yang dihasilkan dari suatu proses produksi
baik industri maupun domestik (rumah tangga, yang lebih dikenal sebagai
sampah), yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak
dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis
Sumber limbah
botol plstik tergantung pada produksi plastik itu sendiri dan digolongkan
berdasarkan bahan dasar penyusunnya. Pemakaian plastik secara terus
menerus akan menghabiskan beberapa sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui,
selain itu menghasilkan beberapa zat yang berbahaya bagi kesehatan manusia.
Pemanfaatan
limbah botol plastik merupakan upaya menekan pembuangan plastik
seminimal mungkin yang dapat dilakukan dengan pemakaian. Pengolahan
limbah botol plastik dapat dilakukan dengan daur ulang dan membuatnya
menjadi barang baru
3.2 SARAN
Semoga dengan dibuatnya laporan
kampanye yang bertemakan pemanfaatan botol plastic setelah digunakan ini dapat
menambah wawasan pengetahuan kita, serta kita sadar akan bahaya sampah botol plastik
yang dibuang begitu saja tanpa tahu akibatnya.
Dan kenali juga limbah yang ada
disekitar kita, dengan mengenali kita bisa
mengetahui jenis-jenis limbah, dengan mengetahui kita dapat mengusahakan
untuk mengolah dan memanfaatkan limbah botol plastic tersebut, karena limbah atau sampah botol plastik hanya akan merusak lingkungan, jika tidak diolah dan dimanfaatkan dengan sebaik
mungkin.
mengetahui jenis-jenis limbah, dengan mengetahui kita dapat mengusahakan
untuk mengolah dan memanfaatkan limbah botol plastic tersebut, karena limbah atau sampah botol plastik hanya akan merusak lingkungan, jika tidak diolah dan dimanfaatkan dengan sebaik
mungkin.
Sunday, 27 March 2016
Laporan Observasi Kebersihan Komplek
Pelapor : Erlangga Aditya Rosa
Objek Yang Diamati : Lingkungan Komplek
Waktu Pengamatan : 23 Maret - 27 Maret 2016
Tempat Pengamatan : Komplek sekitar perumahan
Tujuan Pengamatan : Mengetahui kondisi kebersihan komplek.
Kebersihan lingkungan merupakan hal yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia dan merupakan unsur yang fundamental dalam ilmu kesehatan dan pencegahan. Yang dimaksud dengan kebersihan lingkungan adalah menciptakan lingkungan yang sehat sehingga tidak mudah terserang berbagai penyakit seperti demam berdarah, muntaber dan lainnya. Ini dapat dicapai dengan menciptakan suatu lingkungan yang bersih indah dan nyaman.
Menurut narasumber Bpk. Frans kebersihan komplek di perumahan saya sudah sangat bagus, orang-orang yang membuang sampah yang pada tidak tempatnya sudah menurun di bantingkan 3 tahun belakangan ini. Dan berikut ini adalah hasil wawancara saya kepada Bpk. Frans:
Saya: Bpk. Frans bagaimana cara bapak dapat mengatasi pembuangan sampah yang sembarangan di komplek ini?
Bpk. Frans: Ya, saya hanya menghimbau kepda warga sekitar untuk saling memahami kondisi masing-masing di perumahan ini saja. Toh, mereka dengan membuang sampah pada tempatnya juga demi kebaikan mereka juga kan? Untuk anak-anak dan cucu-cucu mereka juga, tempat bermain mereka juga jadi bersih enak di pandang. Jadi ya, saya mengingatkan lagi saja kebersihan lingkungan itu untuk kalian orang juga, kalau gamau buat diri sendiri paling tidak demi anak-anak dan cucu-cucu mereka sendiri saja.
Saya: Bagaimana dengan petugas kebersihan yang selalu mengambil sampah dari rumah-rumah, apakah mereka digaji dengan layak?
Bpk. Frans: Tentu saja! Uang iuran perbulan untuk sampah itu sudah lebih dari cukup untuk membiayai perawatan gerobak sampah, serta gaji bagi para petugas kebersihan.
Saya: Dibandingkan dengan 5 tahun lalu apakah ada perubahan yang signifikan?
Bpk. Frans: Ya jelas ada, 5 tahun lalu walaupun petugas kebersihannya sudah mungutin sampah dari rumah-rumah tetep aja di lapangan atau di jalan-jalan sekitar komplek terutama di got-gotnya banyak banget sampah-sampah, semenjak gotong royong yang beberapa tahun lalu tuh buat bersihin komplek jadi lebih asri lingkungan sini.
Objek Yang Diamati : Lingkungan Komplek
Waktu Pengamatan : 23 Maret - 27 Maret 2016
Tempat Pengamatan : Komplek sekitar perumahan
Tujuan Pengamatan : Mengetahui kondisi kebersihan komplek.
Kebersihan lingkungan merupakan hal yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia dan merupakan unsur yang fundamental dalam ilmu kesehatan dan pencegahan. Yang dimaksud dengan kebersihan lingkungan adalah menciptakan lingkungan yang sehat sehingga tidak mudah terserang berbagai penyakit seperti demam berdarah, muntaber dan lainnya. Ini dapat dicapai dengan menciptakan suatu lingkungan yang bersih indah dan nyaman.
Menurut narasumber Bpk. Frans kebersihan komplek di perumahan saya sudah sangat bagus, orang-orang yang membuang sampah yang pada tidak tempatnya sudah menurun di bantingkan 3 tahun belakangan ini. Dan berikut ini adalah hasil wawancara saya kepada Bpk. Frans:
Saya: Bpk. Frans bagaimana cara bapak dapat mengatasi pembuangan sampah yang sembarangan di komplek ini?
Bpk. Frans: Ya, saya hanya menghimbau kepda warga sekitar untuk saling memahami kondisi masing-masing di perumahan ini saja. Toh, mereka dengan membuang sampah pada tempatnya juga demi kebaikan mereka juga kan? Untuk anak-anak dan cucu-cucu mereka juga, tempat bermain mereka juga jadi bersih enak di pandang. Jadi ya, saya mengingatkan lagi saja kebersihan lingkungan itu untuk kalian orang juga, kalau gamau buat diri sendiri paling tidak demi anak-anak dan cucu-cucu mereka sendiri saja.
Saya: Bagaimana dengan petugas kebersihan yang selalu mengambil sampah dari rumah-rumah, apakah mereka digaji dengan layak?
Bpk. Frans: Tentu saja! Uang iuran perbulan untuk sampah itu sudah lebih dari cukup untuk membiayai perawatan gerobak sampah, serta gaji bagi para petugas kebersihan.
Saya: Dibandingkan dengan 5 tahun lalu apakah ada perubahan yang signifikan?
Bpk. Frans: Ya jelas ada, 5 tahun lalu walaupun petugas kebersihannya sudah mungutin sampah dari rumah-rumah tetep aja di lapangan atau di jalan-jalan sekitar komplek terutama di got-gotnya banyak banget sampah-sampah, semenjak gotong royong yang beberapa tahun lalu tuh buat bersihin komplek jadi lebih asri lingkungan sini.
Itulah inti dari beberapa pertanyaan yang saya ajukan kepada Bpk. Frans, namun saya juga ada hasil wawancara dari tetangga saya, yang berhasil membuat anaknya yang masih duduk di kelas 2 SD untuk selalu membuang sampah pada tampatnya. Yang biasa saya panggil Om Arman, dan inilah hasil wawancaranya:
Saya: Om, kok bisa buat anak om mau buang sampah di tempatnya? Anak umur segitu kan biasanya susah untuk supaya patuh kaya gitu.
Om Arman: Diajarin ngaji aje dari kecil, ajarin juga kalau ngebantah omongan orang tua dosanya gede. Digituin juga takut. Langsung nurut di suruh ngapain juga.
Lingkungan komplek yang saya tinggali memang sekarang terlihat lebih bersih dari beberapa tahun belakangan ini, terlihat lebih menarik dengan taman yang baru saja selesai di bangun 2 tahun yang lalu. Dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu pun lebih banyak anak-anak yang bermain di lapangan, karena lapangan komplek juga lebih bersih.
Dan demikianlah laporan saya tentang masalah sampah yang dulunya melanda di daerah perumahan saya.
Thursday, 17 March 2016
Korupsi di Indonesia
Hello! Disini saya akan membahas opini saya terhadap maraknya korupsi di Indonesia yang sangat banyak di lakukan oleh pejabat-pejabat negara maupin rakyat kecil sekalipun.
Korupsi di Indonesia ini sudah mendarah daging, bukan hanya pada para pejabat tetapi juga pada para rakyat kecil. Contohnya disaat membeli suatu barang di warung-warung terkadang jika kita tidak teliti ada oknum-oknum yang suka mengembalikan uangnya lebih sedikit dari seharusnya, biasanya itu terjadi ketika kita membeli sesuatu yang lumayan banyak yang harganya dibawah RP. 2000,- dan menggunakan pecahan uang besar ada oknum-oknum yang memanfaatkan kelengahan konsumen tersebut dnegan cara memberikan banyak pecahan uang kecil yang banyak sehingga konsumen malas untuk menghitung kembaliannya. Korupsi juga tidak jauh dari keserakahan manusia yang memang sudah ada di nalurinya sejak dulu, keinginan untuk memperbanyak harta, ingin membeli pakaian, makanan, gadget dan lain-lain membuat manusia rela mencuri uang atau korupsi demi keuntungan mereka sendiri, regardless apa yang akan terjadi nantinya sudah tidak terpikirkan oleh manusia. Karena mereka merasa hanya mengambil receh-receh kecil yang tidak dihitung. Menurut saya pemikiran para pejabat-pejkabat yang korupsi seperti ini; Mengambil uang kecil atau sedikit dosanya sama, jadi daripada ambil receh mending ambil yang banyak sekalian. Kalau ketahuan? Tinggal sogok disana dan disini untuk menambal ember yang bocor.
Sangat memprihatinkan semoga saja dengan adanya nanti Gubernur baru di Indonesia ataupun Presiden yang benar-benar bernyali untuk memberantas koruptor tidak takut dengan ancaman apapun yang mereka berikan jika tidak tutup mulut. Mungkin someday Indonesia akan menjadi negara yang makmur.
Begitulah kira-kira opini saya tentang korupsi di Indonesia, terima kasih sudah meluangkan waktu luang anda yang berharga untuk membaca ini, semoga bermanfaat dan dapat memunculkan suatu gagasan baru tentang hal ini. Terima kasih.
Tuesday, 19 January 2016
Subscribe to:
Posts (Atom)











