Monday, 7 November 2016

Para Pelanggar Rambu-Rambu Lalu Lintas



Halo semuanya kali ini saya ingin mencoba membahas tentang penyimpangan sosial yang paling sering terjadi di setiap saat di jalan raya, seperti yang tertera pada judul itu pelanggaran pada rambu-rambu sangat sering kita jumpai di daerah ibukota dan sekitarnya. Dan dari semua hal tersebut yang paling umum adalah melanggarnya lampu merah ketika jalanan terlihat sepi kebanyakan para pelanggar adalah pengendara motor, disaat keadaan lampu merah menyala dan jalur lampu hijau yang sepi dikarenakan mungkin mobil dan motor yang mengantri kebanyakan sudah lewat dan mobil dan motor yang sedang jalan di jalur tersebut masih jauh dibelakang persimpangan yang ada rambunya para pelanggar yang melihat kesempatan ini pun langsung menerobos lampu merah. Yang membuatnya lebih miris lagi para pelanggar terkadang tidak hanya satu atau dua maupun tiga atau lima kadang bisa belasan motor mengikuti satu pelanggar pertama yang menerobos dan sisanya ikut-ikutan, apakah penganut "makin banyak orang yang melakukannya berarti tidak salah" semakin banyak di Indonesia khususnya di ibukota dan sekitarnya?

Yang saya perhatikan selama ini rata-rata pelaku pelanggar biasanya melanggar di peak hour ketika berangkat dan pulang kerja kebanyakan di waktu-waktu jam tersebut dibandingkan dengan jam-jam biasanya selain itu ketika peak hour selain para penerobos lampu merah banyak juga yang tidak tertib di RHK (Ruang Henti Khusus) untuk kendaraaan bermotor, di liburan semester ganjil kemarin saya ke Padang dan disana luar biasa sekali ketertiban kendaraan bermotornya disaat lampu merah walaupun jalanan sepi tidak ada sama sekali kendaraan yang menerobos lampu merah bahkan ketika jalannya sangat sepi para pengendara berhenti dengan tertib dibelakang garis zebra cross, tidak ada yang berhenti tepat diatas zebra cross.

Banyak alasan mengapa pelaku penerobos lampu merah melakukannya, antara lain:

1. Buru-buru
Alasan classic yang paling sering dijumpai, lagipula siapa yang tidak selalu buru-buru di dunia ini? Takut terlambat ke kantor dan dimarahi oleh boss, mau meeting, mau ketemu client dll.

2. Ikut-ikutan
Dan ini adalah golongan orang yang ikut pelanggar pertama yang menjadi leader akan hal tersebut. Orang-orang tipe seperti ini cenderung takut untuk memilih pilihan untuk diri dia sendiri dan selalu bertanya pendapat orang lain serta mengikuti saran orang lain tanpa melihat opsi yang ada dari pandangan dirinya sendiri.

3. Tidak Ada Polisi
Siapa takut? Polisi gada ini kalau menerobos tidak akan di tilang!

Para pelanggar tersebut mereka tidak sadar jika hal yang mereka lakukan itu sangatlah membahayakan nyawa orang lain bahkan diri dia sendiri sangat sering kecelakaan terjadi karena hal seperti ini, dikarenakan jalanan sepi mereka dengan bebas melanggar lalu lintas yang tidak mereka sadari adalah bagaimana jika di jalanan yang "terlihat" sepi tersebut sedang ada kendaraan yang melaju dengan sangat cepat? Tentu kendaraan tersebut bisa menginjak rem untuk memperlambat laju tetapi tidak semua itu gampang banyak faktor-faktor lain yang bisa menjadikan menginjak rem ini bisa menjadi kecelakaan, seperti remnya ternyata tidak terlalu pakem dan membuat kendaraan berhentinya terlambat, ada juga yang remnya terlalu pakem dan membuat kendaraan tersebut berhenti mendadak lalu terjadi kecelakaan beruntun, dan faktor-faktor lainnya.

Solusinya? Mungkin dengan menambah wawasan masyarakat melalui televisi untuk tidak melakukan pelanggaran tersebut dengan menayangkan video-video kecelakaan gara-gara hal ceroboh tersebut, mungkin dengan menggratiskan ujian untuk mendapatkan SIM karena saya yakin pasti banyak yang masih belum punya SIM dan mungkin memang tidak tahu kalau lampu merah itu artinya berhenti karena belum punya SIM ataupun kalau punya mungkin nembak. Menerapkan roundabouts system mungkin bisa mengurangi hal tersebut seperti yang ada di Summarecon Bekasi berikut adalah contoh gambar roundabouts system:



Baikllah saya rasa sekian dari saya semoga blog ini dapat bermanfaat bagi khalayak banyak.

Monday, 31 October 2016

Dampak Sosial Bagi Para Pecandu Game Online

Halo semuanya bertemu lagi dengan saya, kali ini saya akan mencoba memberikan masukan tentang hal apa yang akan membuat minat kawula muda dengan Pendidikan Kewarganegaraan meningkat. Yup, sesuai judul saya akan mencoba memberikan masukan tentang “Dampak Sosial Bagi Para Pecandu Game Online” seperti yang kita ketahui game online adalah suatu hal yang paling addictive di dunia ini selain rokok dan narkoba, game online itu sendiri bahkan tidak bisa disamakan dengan game offline yang nota bene tidak terlalu addictive walaupun memang sangat addictive tetapi tidak se-addictive game online itu sendiri.

Mengapa saya berfikir kalau dampak sosial bagi para pecandu game online itu dapat menarik minat kawula muda? Jawaban dari itu semua sangat simple sekali, 68% anak muda Indonesia kecanduan bermain online game (angka itu hanya perkiraan saya semata dari maraknya kasus anak-anak yang main game online nyebelin di website kaskus maupun mereka main di warnet ataupun orang dewasa yang bertingkah seperti anak-anak ketika bermain game online) bukan saja dari Indonesia sebenarnya banyak pecandu game online dalam skala worldwide tidak dibatasi dengan umur yang masih muda orang dewasa pun juga ada yang kecanduan main game bahkan kakek-kakek! Wait, kakek-kakek? Kok bisa?! Well, beberapa bulan yang lalu disaat saya sendiri sedang kecanduan main game online yang berjudul Final Fantasy XIV Heavensward saya memiliki kenalan di dalam game itu yang selalu bermain dengan saya setiap hari. Sebelum bermain Final Fantasy XIV Heavensward dia adalah player World of Warcraft hardcore yang sudah bermain semenjak tahun 1998 tanpa putus hingga akhir tahun 2015 kemarin dikarenakan dia sudah mulai bosan dan dia pun beralih ke Final Fantasy XIV Heavensward, dan suatu malam disaat kita sedang bercanda-canda di Discord (itu adalah software untuk melakukan voice chat ketika sedang bermain game supaya ketika sedang dungeon, raid, trial atau apapun itu kita tidak harus mengetik di chat untuk berkomunikasi jadi bisa lebih fokus di dalam game) dia bercerita di guild dia dulu yang paling muda adalah anak umur 10 tahun dia main bersama dengan papa-nya dan yang termuda adalah 73 tahun dan dia bermain di guild yang sama dengan cucunya.

Bisa dilihat dari paragraf diatas kalau game online itu pun bukan hanya addictive terhadap kita kawula muda tetapi juga bisa kepada kakek-kakek sekalipun! Dan dari situlah saya ingin menangkat dampak sosial bagi pecandu game online dan saya sendiri pun sekarang sedang kecanduan game online yang bernama Mousehunt saya sudah main game ini sejak tahun 2009 tapi tidak constant secara terus menerus saya pernah berhenti beberapa kali selama beberapa tahun karena bosan tapi semenjak awal semester 1 saya mulai tertarik untuk bermain kembali, walaupun serta untuk Final Fantasy XIV Heavensward itu sendiri saya sedang break untuk sementara waktu dikarenakan jeleknya IPK saya di semester yang sudah-sudah.

Di kelas saya yang sekarang ini juga banyak yang sedang tercandu oleh online game di group kelas ada beberapa anak yang mengajak untuk bermain game online yang bernama Point Blank katanya lebih seru main rame-rame sekelas, saya berfikir kalau topic ini dibicarakan di kelas mungkin akan banyak peminatnya mendengar apa sih dampak-dampak positive dari game online? Apa sih dampak-dampak negative dari game online?

Yang pasti dampak positive dari game online yang sangat saya tau adalah bertambahnya teman di dunia maya dan hanya itu ya mungkin perteman di dunia maya ini bisa di upgrade ke dunia nyata jika sering ketemuan atau gathering antar sesama game online tersebut, tapi dari sisi negative yang ingin saya ketahui adalah dampak sosial bagi orang-orang yang main game online di kamar sendirian dari dia bangun tidur hingga tidur lagi ketika weekend atau ketika pulang sekolah/kampus langsung online dan main hingga larut malam bahkan ada yang mengerjakan tugas dari sekolah/kampus tapi game online yang dia mainkan tidak di log out terlebih dahulu hanya di biarkan untuk menjadi AFK mode. Dan itulah kira-kira topik yang saya pikir dapat menarik minat kita kawula muda untuk mengetahui dampak-dampak yang akan terjadi ketika kita kecanduan bermain game online, sekian dari saya semoga ini dapat menjadikan ide lama menajdi ide baru ataupun ide baru bermunculan.

Wednesday, 15 June 2016

Laporan Kampanye Ilmu Sosial Dasar

LAPORAN KAMPANYE
“PEMANFAATAN BOTOL PLASTIK SETELAH DIGUNAKAN”


Disusun oleh :
Kelompok 5 
·        Andik Nur faizi
·        Dani Satya Darmawan
·        Diagona  Kusuma Dewi
·        Erlangga Aditya Rosa
·        Faiz Enrico Putra
·        Nandy Hadi Saputra

Kelas 1ID08

Mata Kuliah : Ilmu Sosial Dasar
Dosen : Ibu Yuning Ika Rohmawati

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya  kami dapat menyelesaikan laporan kampanye kami yang bertemakan “Pemanfaatan Botol Plastik Yang Telah Digunakan” ini dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya. Dan juga kami berterima kasih pada ibu Yuning Ika Rohmawati selaku dosen mata kuliah Ilmu Sosial Dasar Universitas Gunadarma yang telah memberikan tugas ini kepada kami.
Laporan ini dibuat dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan mengenai pemanfaatan botol plastik yang telah digunakan. Selain itu, tugas ini dibuat untuk melaksanakan tugas sebagai seorang mahasiswa, serta untuk memenuhi nilai tugas mata kuliah Ilmu Sosial Dasar. Kami juga menyadari bahwa masih ada kekurangan dan jauh dari kata sempurna dalam laporan ini baik isi, penampilan, dan penyajian. Oleh karena itu, kami sangat berharap kritik dan saran membangun dari para pembaca serta dosen dan akan kami terima dengan baik hati guna penyempurnaan pada tugas laporan berikutnya.
Semoga laporan sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Dan juga sebelumnya kami meminta dan memohon maaf apabila isi makalah ini ada kekurangan dan penulisan yang kurang tepat. Dengan ini kami mempersembahkan laporan ini dengan penuh rasa hormat dan terima kasih.



                                                                                                            Bekasi, 7 Juni 2016


                                                                                                                  Kelompok 5



BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Akhir-akhir ini, limbah plastik bekas botol minuman di sekitar kita semakin meningkat. Bertambahnya jumlah sampah menyebabkan dampak yang cukup buruk kepada lingkungan. Sampah dalam bentuk plastik cukup susah diuraikan. Penelitian menunjukkan bahwa sampah plastik akan terurai dalam jangka waktu 50 juta tahun. Bayangkan, apabila hal ini tidak ditangani maka bumi akan menjadi. kjokenmodinger alias tempat tinggal yang terbentuk dari sampah dan barang tidak berguna.
Berdasarkan hal yang telah terurai sebelumnya, sudah seharusnya ada suatu cara untuk mengolah atau memanfaatkan limbah plastik bekas ini. Dalam pengolahannya, kita dapat memikirkan aspek ekonomisnya pula, agar kita terpicu untuk terus merecycle alias mendaur ulang limbah botol plastik bekas untuk menyelamatkan eksistensi kebersihan bumi tercinta ini.

1.2 TUJUAN

Ø  Membuka wawasan kepada masyarakat tentang seberapa besar pemanfaatan botol plastic terhadap lingkungan
Ø  Mensosialisasikan bagaimana cara mendaur ulang botol plastic menjadi sesuatu yang lebih berguna
Ø  Menjadikan gaya hidup peduli lingkungan dengan tidak langsung membuang botol plastic begitu saja


1.3 SASARAN
Sasaran kami adalah masyarakat yang memiliki keseharian mengkonsumsi minuman dalam kemasan botol plastik.




BAB II
PEMBAHASAN

Akibat dari semakin bertambahnya tingkat konsumsi masyarakat serta aktivitas lainnya maka bertambah pula buangan atau limbah yang dihasilkan. Limbah atau buangan yang ditimbulkan dari aktivitas dan konsumsi masyarakat sering disebut limbah domestik atau sampah. Limbah tersebut menjadi permasalahan lingkungan karena kuantitas maupun tingkat bahayanya mengganggu kehidupan makhluk hidup lainnya. Selain itu aktifitas industri yang kian meningkat tidak terlepas dari isu lingkungan.
 Industri selain menghasilkan produk juga menghasilkan limbah. Dan bila limbah industri ini dibuang langsung ke lingkungan akan menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan. Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga, yang lebih dikenal sebagai sampah), yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis.
Permasalahan limbah botol plastik di Indonesia telah memasuki tahap yang sangat mengkhawatirkan. Diperkirakan lebih dari 100 miliar botol plastik digunakan oleh masyarakat tiap tahunnya dan kebanyakan limbah botol plastik tersebut tidak dikelola atau diolah secara benar. Limbah botol plastik sangat sulit sekali terurai secara sempurna oleh tanah karena prosesnya membutuhkan waktu yang lama.
Partikel hasil uraian botol plastik juga beresiko mencemari lingkungan. Pencemaran lingkungan akibat limbah botol plastik akhirnya menjadi sebuah konsekuensi yang harus ditanggapi serius terutama oleh masyarakat sebagai pihak yang sangat berperan dalam permasalahan ini.
Jumlah limbah botol plastik di TPA terus menumpuk karena tidak terlalu diminati karena memiliki nilai jual yang rendah. Botol-botol plastik ini tidak mudah terurai sehingga hanya akan terus menumpuk dan bertambah di TPA sampai 1000 tahun ke depan. Oleh karena itu diperlukannya suatu solusi tepat yang bukan hanya mengurangi penggunaan botol plastik karena selama masih diijinkan untuk digunakan maka botol plastik itu akan terus ada dan bertambah. Limbah botol plastik yang menumpuk di TPA dapat menjadi peluang sumber daya jika diolah dengan benar.

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 KESIMPULAN

Limbah botol plastik adalah barang buangan yang berupa plastik yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga, yang lebih dikenal sebagai sampah), yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis
 Sumber limbah botol plstik tergantung pada produksi plastik itu sendiri dan digolongkan berdasarkan bahan dasar penyusunnya. Pemakaian plastik secara terus menerus akan menghabiskan beberapa sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui, selain itu menghasilkan beberapa zat yang berbahaya bagi kesehatan manusia.
Pemanfaatan limbah botol plastik merupakan upaya menekan pembuangan plastik seminimal mungkin yang dapat dilakukan dengan pemakaian. Pengolahan limbah botol plastik dapat dilakukan dengan daur ulang dan membuatnya menjadi barang baru

3.2 SARAN

Semoga dengan dibuatnya laporan kampanye yang bertemakan pemanfaatan botol plastic setelah digunakan ini dapat menambah wawasan pengetahuan kita, serta kita sadar akan bahaya sampah botol plastik yang dibuang begitu saja tanpa tahu akibatnya.
Dan kenali juga limbah yang ada disekitar kita, dengan mengenali kita bisa
mengetahui jenis-jenis limbah, dengan mengetahui kita dapat mengusahakan
untuk mengolah dan memanfaatkan limbah botol plastic tersebut, karena limbah atau sampah botol plastik hanya akan merusak lingkungan, jika tidak diolah dan dimanfaatkan dengan sebaik
mungkin.



Sunday, 27 March 2016

Laporan Observasi Kebersihan Komplek

Pelapor : Erlangga Aditya Rosa
Objek Yang Diamati : Lingkungan Komplek
Waktu Pengamatan : 23 Maret - 27 Maret 2016
Tempat Pengamatan : Komplek sekitar perumahan
Tujuan Pengamatan : Mengetahui kondisi kebersihan komplek.


Kebersihan lingkungan merupakan hal yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia dan merupakan unsur yang fundamental dalam ilmu kesehatan dan pencegahan. Yang dimaksud dengan kebersihan lingkungan adalah menciptakan lingkungan yang sehat sehingga tidak mudah terserang berbagai penyakit seperti demam berdarah, muntaber dan lainnya. Ini dapat dicapai dengan menciptakan suatu lingkungan yang bersih indah dan nyaman.

Menurut narasumber Bpk. Frans kebersihan komplek di perumahan saya sudah sangat bagus, orang-orang yang membuang sampah yang pada tidak tempatnya sudah menurun di bantingkan 3 tahun belakangan ini. Dan berikut ini adalah hasil wawancara saya kepada Bpk. Frans:

Saya: Bpk. Frans bagaimana cara bapak dapat mengatasi pembuangan sampah yang sembarangan di komplek ini?

Bpk. Frans: Ya, saya hanya menghimbau kepda warga sekitar untuk saling memahami kondisi masing-masing di perumahan ini saja. Toh, mereka dengan membuang sampah pada tempatnya juga demi kebaikan mereka juga kan? Untuk anak-anak dan cucu-cucu mereka juga, tempat bermain mereka juga jadi bersih enak di pandang. Jadi ya, saya mengingatkan lagi saja kebersihan lingkungan itu untuk kalian orang juga, kalau gamau buat diri sendiri paling tidak demi anak-anak dan cucu-cucu mereka sendiri saja.

Saya: Bagaimana dengan petugas kebersihan yang selalu mengambil sampah dari rumah-rumah, apakah mereka digaji dengan layak?

Bpk. Frans: Tentu saja! Uang iuran perbulan untuk sampah itu sudah lebih dari cukup untuk membiayai perawatan gerobak sampah, serta gaji bagi para petugas kebersihan. 

Saya: Dibandingkan dengan 5 tahun lalu apakah ada perubahan yang signifikan?

Bpk. Frans: Ya jelas ada, 5 tahun lalu walaupun petugas kebersihannya sudah mungutin sampah dari rumah-rumah tetep aja di lapangan atau di jalan-jalan sekitar komplek terutama di got-gotnya banyak banget sampah-sampah, semenjak gotong royong yang beberapa tahun lalu tuh buat bersihin komplek jadi lebih asri lingkungan sini.

Itulah inti dari beberapa pertanyaan yang saya ajukan kepada Bpk. Frans, namun saya juga ada hasil wawancara dari tetangga saya, yang berhasil membuat anaknya yang masih duduk di kelas 2 SD untuk selalu membuang sampah pada tampatnya. Yang biasa saya panggil Om Arman, dan inilah hasil wawancaranya:

Saya: Om, kok bisa buat anak om mau buang sampah di tempatnya? Anak umur segitu kan biasanya susah untuk supaya patuh kaya gitu.

Om Arman: Diajarin ngaji aje dari kecil, ajarin juga kalau ngebantah omongan orang tua dosanya gede. Digituin juga takut. Langsung nurut di suruh ngapain juga.

Lingkungan komplek yang saya tinggali memang sekarang terlihat lebih bersih dari beberapa tahun belakangan ini, terlihat lebih menarik dengan taman yang baru saja selesai di bangun 2 tahun yang lalu. Dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu pun lebih banyak anak-anak yang bermain di lapangan, karena lapangan komplek juga lebih bersih.

Dan demikianlah laporan saya tentang masalah sampah yang dulunya melanda di daerah perumahan saya.




Thursday, 17 March 2016

Korupsi di Indonesia

Hello! Disini saya akan membahas opini saya terhadap maraknya korupsi di Indonesia yang sangat banyak di lakukan oleh pejabat-pejabat negara maupin rakyat kecil sekalipun. 

Korupsi di Indonesia ini sudah mendarah daging, bukan hanya pada para pejabat tetapi juga pada para rakyat kecil. Contohnya disaat membeli suatu barang di warung-warung terkadang jika kita tidak teliti ada oknum-oknum yang suka mengembalikan uangnya lebih sedikit dari seharusnya, biasanya itu terjadi ketika kita membeli sesuatu yang lumayan banyak yang harganya dibawah RP. 2000,- dan menggunakan pecahan uang besar ada oknum-oknum yang memanfaatkan kelengahan konsumen tersebut dnegan cara memberikan banyak pecahan uang kecil yang banyak sehingga konsumen malas untuk menghitung kembaliannya. Korupsi juga tidak jauh dari keserakahan manusia yang memang sudah ada di nalurinya sejak dulu, keinginan untuk memperbanyak harta, ingin membeli pakaian, makanan, gadget dan lain-lain membuat manusia rela mencuri uang atau korupsi demi keuntungan mereka sendiri, regardless apa yang akan terjadi nantinya sudah tidak terpikirkan oleh manusia. Karena mereka merasa hanya mengambil receh-receh kecil yang tidak dihitung. Menurut saya pemikiran para pejabat-pejkabat yang korupsi seperti ini; Mengambil uang kecil atau sedikit dosanya sama, jadi daripada ambil receh mending ambil yang banyak sekalian. Kalau ketahuan? Tinggal sogok disana dan disini untuk menambal ember yang bocor.

Sangat memprihatinkan semoga saja dengan adanya nanti Gubernur baru di Indonesia ataupun Presiden yang benar-benar bernyali untuk memberantas koruptor tidak takut dengan ancaman apapun yang mereka berikan jika tidak tutup mulut. Mungkin someday Indonesia akan menjadi negara yang makmur.

Begitulah kira-kira opini saya tentang korupsi di Indonesia, terima kasih sudah meluangkan waktu luang anda yang berharga untuk membaca ini, semoga bermanfaat dan dapat memunculkan suatu gagasan baru tentang hal ini. Terima kasih.